Jahe Efektif untuk Mengatasi Migrain

Anda sering mengalami migren (migraine) alias nyeri kepala berdenyut yang seringkali hanya mengenai satu sisi kepala saja? Tentu bukan suatu hal yang menyenangkan bukan? Meski kini telah banyak obat-obatan yang mampu mengatasi gejala migren, tapi sudah tentu produk kimia semacam ini memiliki efek samping terhadap hati dan ginjal yang patut diperhitungkan.

Nah, bagi Anda yang sering terserang migren, ada cara yang lebih aman dan manjur kok untuk meredakannya, yakni dengan jahe.

Yap! Efektifitas mengatasi migren oleh umbi-umbian yang sering dipakai sebagai bumbu masak maupun dibuat minuman ini telah diteliti oleh Dr. Roger Cady di pusat penelitian Headache Care Center di Springfield.

Hasil penelitian ini menegaskan bahwa ekstrak jahe efektif meredakan migren hingga 63 persen. Pada sekitar 30 persen partisipan, migren berkurang hanya dalam 2 jam setelah menghisap sari jahe.

Dari sini dapat disimpulkan juga bahwa jahe bisa menjadi alternatif untuk mengatasi migren. Bahkan secara tradisional, selama ini banyak orang mengunyah jahe segar untuk meredakan sakit kepala maupun rasa mual yang menyertai migren.

Beberapa ahli meyakini, kandungan senyawa tertentu di dalam bumbu masakan yang sangat populer ini bisa menghambat prostagraldin yang merupakan mediator nyeri. Jahe juga diyakini mampu mengatasi radang pada pembuluh darah di otak yang merupakan salah satu pemicu migraine.

Dalam penelitian Dr. Cady, jahe yang digunakan memang sudah disarikan dalam bentuk ekstrak. Namun untuk dikonsumsi sehari-hari, jahe segar maupun jahe kering yang sudah diserbuk juga bisa memberikan khasiat yang kurang lebih sama pada penderita migren.

Untuk dibuat minuman, jahe segar biasanya dimemarkan lalu diseduh atau terlebih dahulu dibakar agar aromanya keluar. Bisa diminum begitu saja setelah ditambah gula atau pemanis lainnya, bisa juga dicampur dengan minuman lain menjadi teh jahe atau susu jahe.

Jahe juga sering diolah menjadi permen atau biskuit, sehingga pilihannya semakin bervariasi. Berbagai jenis masakan juga banyak yang menggunakan jahe untuk menghadirkan citarasa yang khas dan hangat, cocok untuk dikonsumsi saat cuaca dingin.

Pada beberapa orang, jahe memang bisa memicu efek samping seperti nyeri dada dan kurang dianjurkan bagi yang punya masalah dengan batu empedu. Namun secara umum, efek sampingnya jauh lebih aman dibanding obat-obatan kimia yang bisa memicu kerusakan hati dan ginjal.

Bagaimana, tertarik untuk beralih dari obat-obatan kimia ke produk herbal yang satu ini untuk mengatasi migraine Anda?

Apalagi --syukur alhamdulillah-- kita hidup di negara yang kaya akan tanaman obat ini, jadi tidak susah-susah deh untuk mencari tanaman yang namanya jahe ini. Selamat mencoba!

0 comments:

Post a Comment